PEKANBARU, seputarriau.co - Kesal dan marah, itulah perasaan yang dirasakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Provinsi Riau, Fahmizal Usman setelah mendengarkabar dari awak media mengenai tempat wisata yang menjadi lahan pencarian pundi-pundi rupiah oleh organisasi kepemudaan yang memungut uang karcis masuk dan parkir di lokasi wisata yang terdapat di Provinsi Riau.
Fahmi panggilan akrabnya mengatakan, timnya akan menindak secara internal terhadap mereka yang meresa menjadi penguasa dan jagoan di negeri ini.
"Nanti dari tim kita akan melakukan tindakan secara internal terlebih dahulu kepada mereka-mereka yang merasa menajadi penguasa dan pemilik negeri ini. Dan hal ini akan kita tindak secepatnya," ucap Fahmi.
Dari kekesalannya Fahmi menjelaskan saat ini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kini tengah mengembangkan objek wisata sebagai salah satu penggerak roda perekonomian penduduk tempatan. Jika dinilai potensi pariwisata Indonesia khususnya Riau ini memiliki potensi yang cukup besar untuk menarik minat wisatawan luar negeri. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan cara membuat banyak acara event-event pariwisata. Dengan demikian, secara otomatis wisatawan manca negara akan datang dengan sendirinya ke Provinsi Riau ini dan bisa mendongkrak roda perekonomian di lokasi wisata tersebut.
"Kalau lokasi wisata tersebut dikelola oleh para pereman yang merasa memiliki daerah tersebut dengan cara memungut tiket tanpa karcis dan membayar parkir, ini tentu sangat merugikan kita. Dampaknya para wisatawan yang datang tidak merasa nyaman lagi untuk berada di lokasi wisata tersebut dan bisa saya pastikan mereka akan merasa kapok dan tidak akan mau kembali lagi," terangnya.
"Dan yang paling kita takutkan image Provinsi Riau akan menjadi buruk di mata dunia Internasional tentang kepariwisataannya. Maka dari itu cara yang dilakukan oleh pereman ini sangat disanyangkan, dan saya pasti akan menindak lanjuti dengan kadispar kota terkait" ungkap Fahmi dengan kesal.
(IS)