Perdana Se Indonesia, IDI Riau Gelar Seminar Hukum Kesehatan

IDI Riau : Dokter harus Sadar Hukum

Foto : Beberapa Pembicara Dalam seminar Hukum Kesehatan yang Di adakan Oleh IDI Riau di Gedung Co Ex SKA Pekanbaru
PEKANBARU, seputarriau.co - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Riau Gelar Seminar Hukum Kesehatan yang bertujuan Untuk Melindungi Anggota IDI dalam menjalankan Tugas Profesi Seorang Dokter dilihat dari Prospektif Hukum bertempat di Gedung CO EX SKA, Sabtu (12/05/2018) Akhir-akhir ini munculnya beberapa Kasus yang Melibatkan beberapa Dokter dalam delik Hukum kausalitas Dari Menjalankan Profesi Kedokteran menyebabkan Para Dokter merasa terancam. Tindakan dokter jika salah melangkah, kalau tidak melek secara hukum akan membahayakan dirinya Meskipun Niatnya mulia. Oleh Karena itu Organisasi IDI Riau mengajak dokter haruslah 'melek' atau sadar dengan hukum yang ada, Terutama yang terkait dengan profesi kedokteran Dokter Juliana Susanti salah seorang pengurus IDI Riau yang Juga merupakan Ketua Panitia Pelaksana Seminar Hukum Kesehatan, Mengangkat tema "Ancaman Keadilan Bagi Tenaga Medis". Dokter Juliana Paparkan Tujuan Dari seminar ini bagi Para dokter yang rentan bersentuhan langsung dengan hukum. "Dokter sangat rentan dengan hukum, banyak kasus yang terjadi. Tindakan dokter jika salah melangkah, kalau tidak melek secara hukum akan membahayakan dirinya walaupun niatnya mulia," ujarnya. Menurutnya, selama ini tidak ada seorangpun dokter yang tersangkut hukum akan berniat membunuh pasiennya. Hal tersebut yang menurutnya seharusnya dokter tidak bisa dihukum dengan undang-undang KUHP. "Undang-undang KUHP yang menyebabkan dokter terus dikenakan pasal pidana umum. Sedangkan profesi dokter itu sendiri bersifat khusus, karena manusia punya keunikan sendiri tida bisa disamakan dengan pidana, karena banyak faktor kecelakaan medis yang selalu menghantui walaupun dokter sudah bekerja sesuai prosedurnya," jelasnya. Untuk itu, Dokter Juliana menegaskan IDI Riau akan mempelopori ikatan dokter lainnya ke level nasional terkait permasalahan hukum yang selama ini menimpa profesi dokter. "Ada faktor yang kadang penegak hukum tidak terlalu memaksakan pasal-pasal tentang adanya resiko medis. Itu yang kita hindari dan kita perjuangkan ke level nasioanl. Tapi sebelum itu, kita (dokter*red) harus melek hukum dulu sebelum menuding penegak hukum dan lainnya," pungkas dokter Juliana yang Baru menyelesaikan Studi Master Hukum. Turut hadir dalam Acara seminar Pembicara Yang Berkompeten, diantaranya Ketua PP MHKI, dr M Nasser SpKK. FINSDV, FAADV D.Law, yang Memaparkan Pidana Medik Bukan Pidana Umum dan Ancaman Keadilan Bagi Tenaga Medik dalam Konstruksi Hukum Positif dan strategi dalam Menghadapi masalah Hukum Dalam Pelayanan Kesehatan, Kepolisian Wilayah Riau angkat tentang Proses Sidik - Lidik Perkara Pidana Medik, Kemudian Kejaksaan Tinggi wilayah Riau memaparkan Pengguna Pasal 359 KUHP Pada pidana Medik dalam Prospektif Hukum Progresif. Sementara Pembicara dari Pengadilan Tinggi Riau, Mengangkat Gugatan Perdata Pada Rumah sakit dan Tenaga Medik terhadap kelalaian Tenaga Medik dalam Melindungi Pasien, Turut Juga Hadir BPKP Riau yang menjelaskan tentang Prosedur Audit Investigatif kasus tindakan pidana Korupsi pengadaan Alkes Di RSUD. (MN)


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar